Thursday, August 03, 2006

Long Term Investment

Seringkali kita tidak menyadari bahwa perpustakaan dapat merupakan investasi jangka panjang. Yang sering kita sadari perpustakaan merupakan gudang penyimpanan khazanah intelektual. Oleh sebab itu amat jarang orang menanamkan investasi dengan membangun sebuah perpustakaan.
Lihatlah Leiden. sebuah kota kecil, di negara kecil Belanda. Kota tersebut memiliki Universitas Leiden dan lembaga riset KITLV. Kedua lembaga pendidikan tersebut memiliki koleksi yang sangat kaya tentang Indonesia pra kemerdekaan. Semua peneliti, mahasiswa, pengambil kebijakan dari seluruh dunia yang akan melakukan kajian tentang Indonesia, tidak punya pilihan lain, bila hendak melakukan kajian secara komprehensif tentang Indonesia, harus mengunjungi Leiden dan pergi ke perpustakaan kedua lembaga tersebut. Yang mengharuskan mereka adalah kualitas kajian. Sebab Hampir referensi tentang Indonesia ada dan tersimpan dengan rapi di kedua lembaga tersebut.
Siapa yang bisa menolak kalau pengunjung sebuah kota memerlukan akomodasi. Siapa yang bisa bilang bahwa pelancong tidak butuh makan. Siapa yang bisa membantah bila wisatawan tersebut tidak membutuhkan transportasi. Semua butuh tiga hal tersebut. Inilah devisa yang masuk tanpa menimbulkan polusi.
Perpustakaan adalah awal proses internasionalisasi sebuuah wilayah. Interaksi budaya, kosmopolitanisasi juga berawal dari kunjungan pelancong yang ingin membaca koleksi perpustakaan tersebut. Interaksi peradaban antara pengunjung dan warga asli akan memproduksi peradaban baru yang dibangun atas interaksi dan dialog bukan atas konflik dan benturan seperti yang dipercayai Samuel Huntington. Konflik dan Benturan Peradaban (Clash of Civilization) hanya akan terjadi bila sebuah peradaban memiliki arogansi kekuasaan untuk mendominasi secara liar atas peradaban lain. Sedangkan Dialog Peradaban hanya akan muncul bila dua buah peradaban bertemu dalam suasana "kesetaraan (equality)", sebuah nilai yang diyakini oleh semua bangsa beradab. Dan Dialog Peradaban seringkali memiliki akar dalam dinamika perpustakaan, sedangkan Benturan Peradaban selalu muncul dari kreatifitas para jendral perang yang gatal untuk meluaskan tanah jajahan.
Dengan semangat ini lah LPAM dimasa mendatang akan mendirikan sebuah Digital Library yang akan menyimpan Manuskrip Islam Pondok Pesantren dalam format digital file. Sehingga penggiat Dialog Peradaban akan menemukan salah satu pojok yang membiarkan dialog berlangsung. Sekali lagi LPAM

1 Comments:

Anonymous Candra T. Munawar said...

Semoga harapan itu terlaksana dengan izin Allah SWT, Amien. Saya dukung sekali usaha ke arah sana, segera mungkin selamatkan our cultural heritage, especially the old manuscript.

3:09 PM  

Post a Comment

<< Home

Free Vote Caster from Bravenet.com